Jumat, 13 Januari 2017

Perjuangan IPP



Perjuangan IPP?
Oleh: Irham M

IPP atau ikatan pelajar persis adalah sebuah nama bagi cawan penampung aspirasi pelajar. Siapakah orang yang tidak mengenal nama itu selain orang-orang yang tidak peduli akan kemajuan ummat. Bagi mereka yang ingin meneruskan risalah Rasulullah SAW, penerus ulama-ulama terdahulu yang eksistensinya melanglang dunia, pastilah nama itu terpatri dalam hatinya, bukan untuk mengagung-agungkan sebuah nama, tapi untuk berusaha membela agama tauhid yakni al-Islam dengan perjuangan yang besar meski hasilnya dianggap kecil, tidak menjadi penghambat untuk terus berjuang.
Ir. Soekarno mengatakan, “berikanlah aku sepuluh pemuda maka akan aku guncang dunia.” Kata-kata itu menjadi salah satu dasar bahwa adanya pemuda menjadi salah satu bahkan menjadi yang paling besar dampaknya untuk kemajuan ummat dan bangsa. Maka, apakah salah jika sebuah nama IPP maju ke depan sebagai penanggungjawab untuk mengarahkan dan membimbing pelajar menjadi terpelajar agar menjadi pemuda yang siap bergerak maju bukan dengan keinginan mendapatkan sesuatu tapi berkeinginan memberi sesuatu yang bermanfaat untuk ummat yaitu raga yang siap terbelah seperti batu karang jika ditimpa deburan ombak besar, yang siap merasakan sakit sebelum datangnya kebahagiaan sejati, dan siap berkorban demi berdirinya syariat Islam.
Enam tahun sudah IPP mengukir sejarahnya sendiri. Pahit-manis, tantangan, dan perjuangan yang membuat para pelaku sejarahnya mengeluarkan apa yang mereka miliki telah mereka rasakan bersama-sama. Akan tetapi, meskipun berjuang untuk ummat, tetap saja nama itu (IPP) berjuang sendiri, terombang-ambing antara dipertahankan atau dihapuskan. Apakah waktu tiga tahun belum cukup untuk membuktikan bahwa kami pun layak memperjuangkan ummat. Perjuangan kami tidak akan optimal jika kami berjuang sendiri, maka saatnyalah kami para pelajar persis berjuang bersama-sama di ranah persis bukan karena menginginkan sebuah tempat untuk IPP, tetapi kami ingin ikut andil memajukan ummat sebagai warosatul anbiya.
Arrasikhuna fil ilmi, “Allahu Akbar!”
“Perjuangan loyalitas menghasilkan kreasi tampa batas.”

Jumat, 21 Oktober 2016

MENUMBUHKAN JIWA KRITIS



MENUMBUHKAN JIWA KRITIS
oleh
Rifki Rifyal Rizaldi (Ketua Umum PD IPP Garut)
            Jiwa kritis atau yang disebut dengan ruhul intiqod wajid dimiliki oleh setiap muslim. Ia merupakan cirri khas dari generasi kaum muslimin yang dengannya mereka dapat melakukan kemajuan dalam kehidupan dan mengangkat derajat hidup kepada taraf yang lebih tinggi. Jiwa kritis adalah sikap jiwa yang tidak mudah mengikuti sesuatu tampa ilmu terhadapnya, ia menggunakan pendengaran untuk mendengar dengan sebaik-baiknya, penglihatan untuk memperlihatkan dengan setajam-tajamnya, akal untuk berfikir, hati untuk menerima dan mencintai kebenaran dan pada akhirnya dia berpegang teguh pada kebenaran tersebut jiwa kritis tercermin dalam diri seorang mu’min yang berlandaskan pada petunjuk Alloh. “Dan janganlah kamu hal-hal yang kamu tidak mempunyai ilmu terhadapnya, sesungguhnya pendengran, penglihatan dan hati itu semua benar-benar akan dimintai pertanggung jawaban.” (QS Al Isro: 36).
            Ayat tersebut yang menjadikan kaum muslimin selalu berhati-hati, mereka tidak mau meyakini sesuatu, mengatakan dan melakukan sebelum dipikirkannya secara matang dan diketahui kebenarannya secara pasti. Mereka selalu memegang teguh pada kebenaran yang telah diturunkan oleh Alloh swt, yaitu wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammadsaw baik Al Quran maupun hadits. Mereka selalu mempelajari setiap saat tampa pernah merasa bosan. Yang dijadikan prinsip hidupnya bukan “kata ustadz saya, atau kata guru saya atau kata orang tua saya”, tetapi “kata Alloh dan rosululloh saw.”
            Ketika datang suatu berita, mereka tidak langsung percaya begitu saja, tetapi mengecek terkebih dahulu kebenarannya, dalam islam disebut tabayyun dan dalam bahasa populernya disebut klarifikasi, karena bias saja berita itu tidak akuratdan mungkin saja ada orang yang menyebarkan berita itu dengan tujuan yang tidak baik. Alloh swt berfirman “wahai orang yang beriman! Jika orang fasik datang pada kalian membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti (tabayyun) agar kamu tidak menimpakan suatu mushibah kepada suatu kaum tampa mengetahui keadaan yang menyebabkan kalian menyesal atas pebuatan itu.” (QS Al Hujurot: 6).
            Dengan sikap kritis seperti itu, kaum muslimin dapat menjalani hidipnya dengan selaluberada dalam petunjuk Alloh swt. Seperti itulah yang dilakukan oleh para sahabat rosululloh saw. Sebagaimana dalam suatu riwayat bahwa umar bin khotob ra mengecek kembali sabda rosululloh saw yang disampaikan oleh sahabat lain tentang ketentuan meminta izin bertamu. “Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata: aku pernah berada di suatu majlis dari majlis-majlis kaum anshor, tiba-tiba datang abu musa sepertinya ia merasa ketakutan. Lalu ia berkata: aku telah meminta izin kepada umar tiga kali tetapi aku tidak diizinkan maka aku pun pulang. Lalu umar berkata: apa yang menghalangimu? Aku menjawab: aku telah meminta izin tiga kali tetapi aku tidak diizinkan maka aku pun pulang dan rosululloh bersabda: “apabila salah seorang dari kalian meminta izin tiga kali tetapi ia tidak diizinkan maka hendaklah ia pulang.” Lalu ia (umar) berkata: demi Alloh! Hendaklah kamu benar-benar mendatangkan suatu bukti atasnya! Apakah ada seorang dari kalian yang telah mendengarkannya dari nabi saw? Maka ubay bin ka’ab berkata: demi Alloh! Tidak ada yang berdiri bersamamu kecuali orang yang paling muda. Keadaanku (abu sa’id al khudri)adalah orang yang paling mudadan aku telah berdiri bersamanya, maka aku beri tahukan pada umar bahwa rosululloh telah berkata seperti itu.” (HR Bukhori). Dalam hadits tersebut kita dapat mengetahui bagaimana umar bin khotob bersikap tegas dalam mendecek kembaliberita yang sampai kepadanya.
            Bahkan, dengan jiwa kritis kaum muslimin dapat mengembangkan ilmu pengetahuan hingga mencapai tingkat peradaban yang luhur. Banyak para ulama islam terdahulu yang menemukan temuan-temuan ilmiahnya berangkat darisikap kritis tersebut. Kita ambil contoh misalnya seorang ahli kimia islam, Abu Musa Jabir bin Hayyan mengatakan: “pendirian-pendirian yang berdasarkan kata si “anu”, artinya perkataan yang tidak disertakan bukti penyelidikan, tidak berharga dalam ilmu kimia. Satu kaidah dalam ilmu kimia ini dengan tidak ada kecualinya, ialah bahwa dalil yang tidak berdasarkan bukti yang nyata, harganya tidak lebih dari satu omongan yang boleh jadi benar bileh jadi keliru. Hanya bila seorang menyampaikan keterangan dengan bukti yang nyata, menguatkan pendiriannya, barulah boleh kita berkata: pendirian tuan dapat kami terima”. (M Natsir, Capita Selecta jilid 1, hal 27).
            Tampa jiwa kritis, seseorang akan terjerumus kepada sikap mengikuti orang tampa mengetahui ilmunya atau taklid. Dalam islam, sikap taklid begitu tercela. Gara-gara taklid, selama berabad-abad orang melakukan kemusyrikan menyembah berhala-berhala tampa mau menggunakan akal sehat untuk berfikir, mereka hanya mengatakan “kami hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh nenek moyang kami dulu.” Alloh Swt menjelaskan dalam firmanya “dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah di turunkan alloh ! mereka menjawab: (tidak ), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti  juga ) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mendalami sama sekali, dan tidak mendapat petunjuk.” (QS Al Baqoroh: 170)
            Sangat di sayangkan, pada saat ini banyak anak muda yang mestinya sudah dapat menggunakan akal fikiran yang sehat, mereka justru mengikuti begitu saja perilaku-perilaku orang lain tanpa berfikir terlebih dahulu untuk mempertimbangkan baik buruknya.
            Tak sedikit dari anak muda kita yang membawa arus budaya pacaran. Dengan di pertontonkan sehari hari dalam televisi, di imajinasikan melalui cerita cerita dalam cerpen dan novel, di lakukan dan didukung oleh banyak orang, sehingga pacaran telah menjadi tren khususnya di kalangan anak muda.
            Bagi seorang muslim yang berjiwa kritis, tentunya di akan mempertanyakan lagi apa untungnya berpacaran? Baik bagi dirinya, belajarnya, keluarganya, masyarakat sekitarnya, dan masa depannya. Jika dipikir lagi, justru pacaran hanya akan mengakibatkan kerugian dan kesengsaraan. Terbukti bahwa pacaran hanya membuat seseorang menjadi dihantui rasa gelisah, menyiksa dirinya sendiri, tidak dapat berkonsentrasi, banyak menghayal, menyianyiakan waktu, membuat suram masa depan, menumpuk-numpuk dosa, terjerumus kedalam perzinahan, mengecewakan keluarga dan orang-orang di sekitarnya, membuat dirinya menjadi hina. Dan segudang bahaya-bahaya lain yang diakibatkan dari pacaran.
            Selain itu, masih banyak kebinasaan-kebinasaan yang merusak di kalangan anak muda, seprti merokok, narkoba, tawuran, balapan liar membabi buta membela kelompok dan klubnya, merayakan valentine, ulang tahun dan sebagainya.
Oleh karena itu marilah kita tumbuhkan dan milikilah jiwa kritis agar kita dapat menyelamatkan diri, keluarga, masyarakat dan agama.

Senin, 13 Oktober 2014

SILATDA (Silaturahmi Daerah) Pelajar Persis Garut 2014

Segera Hadir.......!
SILATDA (Silaturahmi Daerah) 2014
"Pancarkan Islam Di Hati, Lahirkan Generasi Qur`ani" yang akan dilaksanakan pada hari kamis-jumat, 23-24 Okt 2014.
Menghadirkan:
Perlombaan-perlombaan:
Lomba Tahfidz Qur`an, Olimpiade nahwiyah, lomba menulis cerpen, lomba menulis puisi, lomba fotografi, lomba Wirausaha, lomba Debat, lomba pidato bahasa Sunda, dan lomba makan bakso.
Menyajikan Training Motivasi dengan 2 Materi:
"Bersahabat Dengan Zaman, Dekat Dengan Al-Qur`an" (Teten Mohamad Sapril Mubarok"
"Teruntuk Generasi Garut" (Motiva Kreatif)
Ajak teman Sebanyak-banyaknya ya..........!infaq hanya 15000/perlombaan.Fasilitas : Snack + Sertifikat + I buah buku motivasi Gratiiis...!
Technikal Meeting akan dilaksanakan pada hari Ahad, 19 Okt 2014 di Aula PD Persis Garut dari pukul 14,30 - 16.00 WIB.

Jumat, 16 Mei 2014

Karena Malaikat Pun Mengintai Facebook

Karena Malaikat Pun Mengintai Facebook

Tahukah bahwa ternyata facebook pun beresiko cacat iman dan akhlak, itupun apabila facebook tidak digunakan dengan proporsional dan bijak.
Berikut perincian pengaruh facebook terhadap akhlak penggunanya berdasarkan hasil penelitianku dari sebuah tugas sebagai berikut:

·        Bertuturkata

Memperbarui status mungkinadalah hal yang sudah tak asing lagi di facebook. Hal kecil ini bisaberpengaruh besar terhadap akhlak. Mengapa? Status facebook adalah gambarandari kepribadian seseorang. Apabila bahasa di duniamaya tidak dapat dijaga, maka berarti iapun tidak bisa menjaga akhlaknya.Selanjutnya adalah dalam hal komentar mengomentari. Memang di satu sisi, adanyafacebook ini bisa menjadi alat yang mempermudah orang-orang yang berkepentingandalam suatu forum untuk berdiskusi. Alat untuk mendiskusikan hal-hal yang bermanfaat. Meski demikianmanfaatnya, tetapi yang menjadi titik masalah adalah saat mereka yangmenggunakannya mensalahgunakan facebook. Entah itu dengan komentar seenaknya,tidak senonoh, romantisme antar lawan yang jenis yang tidak sah, kasar, mengkritik sepedasnya, dan lain sebagainya. Inilah yangmenjadikan posisi facebook di satu sudut sangatlah sensitif bagi perkembanganbudi pekerti dalam berucap dan berbicara. Apalagi jika ada orang yang kecanduanfacebook yang hanya dihabiskan untuk menyakiti orang lain lewat komentarnya,maka tanpa disadari sudah berjam-jam pula kita berbuat dosa, setiap pertambahanmenit setiap itu pula dosa kita mengalir ketika facebook. Na`udzubillaah!

·        Berfose
Foto-foto bagi para pengguna facebook memang bermanfaat dalam tanda kutipsewajarnya. Mengapa harus sewajarnya?Sebab, banyak yang memanfaatkan facebook sebagai popularitas, tempatmemperlihatkan kecantikan atau ketampanan (non godhul bashor), dan penyimpangan-penyimpangan taksenonoh lainnya. Ini bukan lagi hal wajar, tetapi sudah dalam kapasitas kurangajar. Foto-foto yang tidak sesuai dengan norma dan etika, itulah yang harus kita hindari.

·        Rasa Malu
Ini adalah sifat yang harus kita jaga dan kitapelihara dalam kehidupan. Karena apabila kita sudah tidak memiliki rasa malu,maka kita akan berbuat apapun yang kita mau. Orangyang dewasa tentu sudah bisa memposisikan dirinya dan mampu membedakan mana halyang baik dan yang salah, mana hal yang mesti dilakukan dan tidak. Begitupunketika bermain facebook, apalagi yang sifatnya maya, tentu memiliki peluangyang lebih leluasa, dan dengan facebook maka sedikit demi sedikit bisa mengikisrasa malu kita kepada Allah. Kita takkan malu lagi mengkritik, upload foto yang keterlaluan, mengupdate hal yang tidak penting, tulisan-tulisan kasar, maka perlahandemi perlahan akan hilanglah rasa malu dari dalam diri kita dalam berbuatkeburukan.

·        Berteman
Saya menyarankan agar senantiasa memilah-milih temantidak hanya didunia nyata, tetapi juga dunia maya. Apalagi jika kita adalahtypical orang yang mudah terbawa arus. Pasalnya, banyak sekalipenyimpangan-penyimpangan facebook akibat pertemanan mereka dengan orang-orangyang memang menyimpang dan menyalahgunakan facebook.

·        Berkurangnya tali silaturahmi
Namun,ada pula yang berpendapat bahwa facebook bisa mengurangi ukhuwah silaturahmi. Sebab, apabila kita terlalu mengandalkan facebook, maka berarti kita hanya mengandalkansilaturahmi via dunia maya dan mempersempit ukhuwah yang seharusnya terjalin didunia nyata. Pendapat ini bisa kita petik hikmahnya. Bahwa silaturahmi yangpaling dan lebih afdhol adalah bersilaturahmi secara langsung, dengan begitukita akan lebih mempererat ukhuwah dan lebih merasakan indahnya silaturahimbersama saudara kita dibandingkan silaturahmi yang hanya sebatas maya.

·        Amal Perbuatan
Karena malaikatpun mengintai facebook. Malaikat takkan pernah absen untuk mencatat segala amalan kita, entah itu dunia nyata ataupun dunia maya. Segala amal perbuatan apapun itu, meskipun di duna maya, tetapsaja akan ada pertanggung jawabannya kelak di hari akhirat, tetap akan dimintai pertanggungjawaban di yaumil-hisab.Sebab, dari sebuah jejaring facebook saja, bisa melahirkan masalah-masalahbesar. Dari facebook pula, bisa menghasilkan kontroversi-kontroversi yang luarbiasa meski hanya sebatas maya.
Semoga tulisan kecil ini bermanfaat dan kita bisa dilindungi dari fitnah-fitnah ataupun akhlak tercela dunia maya. Aaamiin

Ketua Umum IPPi Pimpinan Region Garut
(Shopiah Syafaatunnisa)

Kamis, 13 Maret 2014

Susunan Tasykil Ikatan Pelajar Persis Putri Pimpinan Region Garut Masa Jihad 2014 - 2015

-Ketua Umum : Shopiah Syafaatunnisa (PPI 98)
-Ketua I : Azizah Shobiroh (PPI 76)
-Ketua II : Rima Rohimah (PPI 73)
-Sekretaris : Aini Nurul Fadhilah (PPI 76)
-Wk. Sekretaris : Gina Ihsan Sajdah (PPI 76)
-Bendahara : Ainun (PPI 98)
-Wk. Bendahara : Ichmi Indriani (PPI 73)
*DIKDA-KOMDA :Tazkia Ilahi (PPI 76), Hayyin Farhatun (PPI 98), Icha Nurlaela (PPI 96), Ida Laela (PPI 76), Mila (PPI 98), Dinda Khalifah (PPI 81), Haifa S Z (PPI 98), Hilal (PPI 81), Rima Rumiasih (PPI 81)
*SDMO :Naufatunnafisya (PPI 19), Dewi Kuraesin (PPI 98), Windi Dwi Meilani (PPI 76), Neneng Renti (PPI 96), Anti (PPI 96), Widya (PPI 61), Mira (PPI 96), Intan (PPI 73), Ratna (PPI 73)
*KOMINFO : Sarah Rahzani Oktaviani A (PPI 76), Pipih Muspidah (PPI 76), Nada Putri (PPI 98), Asfi Nurul F (PPI 98), Akmalia Salsabila (PPI 73), Najia Denisti (PPI 73), Siti Fatimah (PPI 73)
*Keputrian/Kesejahteraan : Rida Wildani (PPI 98), Nurul Azka (PPI 98), Sofia (PPI 19), Syfa Nuraidah (PPI 73), Fadilah (PPI 19), Nazma (PPI 76), Intan (PPI 73), Rahmi N I (PPI 76), Sopiah Marwah (PPi 96), Hasna (PPI 113), Linda Fadilla (PPI 113)

Senin, 24 Desember 2012

TRAINING ROFI I dan KONGRES REGIONAL III


TRAINING ROFI I dan KONGRES REGIONAL III
IKATAN PELAJAR PERSIS PUTRI
PIMPINAN REGION GARUT


Hari, tanggal : Rabu-Jum'at, 26-28 Desember 2012
Tempat : Pesantren Al-Misykat (dekat Garogol-Pasir Wangi)

#Training (Insya Allah, dengan pemateri-pemateri yang hebat)
#LDK
#Kaderisasi IPPi Region Garut 
# Silaturrahmi Pelajar Persis Putri Se-Kabupaten Garut 

Infaq : Hanya Rp. 5000

Ketentuan:
1) Setiap pesantren mengirimkan maksimal 10 orang peserta
2) Peserta wajib membawa 1 baju batik (bukan batik sekolah) dan sinjang/sarung
3) Peserta dianjurkan membawa oleh-oleh khas daerah masing-masing (jika ada)
4) Peserta membawa beras sebanyak 1 kg, telur 2 butir, mie rebus 3 bungkus
5) Membawa alat-alat:
- Alat sholat
- Alat mandi
- Alat makan dan minum (piring dan gelas plastik, sendok)
6) Peserta membawa baju:
- Olah raga
- Gamis
- Seragam sekolah
- Batik
- Baju ganti
- Kerudung
- Jaket, sarung tangan
7) Membawa sandal dan sepatu
8) Membawa obat-obatan pribadi (jika diperlukan)

CP :
- Tika Kania Nurazizah :089661991453
- Resi Resdiani Himada : 085220246349



Jumat, 07 Desember 2012


Semangat ribuan Pelajar Persis Garut dalam Aksi Solidaritas For PALESTINE


     Gerakan ribuan pelajar Persis (putra dan putri) Garut dalam aksi solidaritas untuk Palestine yang dinaungi oleh Ikatan Pelajar Persis Region Garut (Baca: IPP dan IPPi) pada hari Kamis (29 November 2012), mendapatkan reaksi yang luar biasa dari masyarakat, dan tentunya otonom Persis Garut, seperti PD Persis Garut, PD Pemuda Persis Garut, PD Hima Persis Garut, dan PD Pemudi Persis Garut.
Aksi tersebut dimulai dari PD Persis Garut dan Rancabogo menuju pusat kota Garut. Dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Palestine, mereka juga membuat poster-poster kreasi mereka sendiri, tak lupa mereka memakai ikat kepala berlambangkan bendera Pelestine. Dengan semangatnya mereka seperti tak kenal lelah, mereka seakan mengabaikan teriknya sinar matahari yang menyengat mereka, semuanya bersatu dalam Persatuan Islam.

Hebatnya, mereka punya kata-kata semangat yang bisa membuat hati bergetar,

“Bir-ruuh bid-dam Naqdiika Yaa Aqshaa” 3x
“Allahu Akbar” 3x
“Khoibar 2x Yaa Yahuud”
“Jaisyu Muhammad Saufa Ya’uud”

(Kata-kata dari Pelajar Persis Putri Garut)

Itulah betapa hebatnya pelajar Persis Garut, mereka sangat peduli dengan saudaranya yang terkena musibah di negeri nun jauh disana, mereka semua menyatukan semangat, tenaga, dan do’a di waktu itu.(Resi Resdiani)


INILAH.COM, Garut - Sekitar seribu pelajar Persatuan Islam (Persis) turun ke jalan menggelar aksi solidaritas atas penderitaan warga Gaza akibat kekerasan Israel baru-baru ini, Kamis (29/11)

Mereka melakukan aksi long march menyusuri sejumlah ruas jalan di kawasan Kecamatan Tarogong Kidul dan Garut Kota. Seperti Jalan Pembangunan, Jalan Merdeka, dan Jalan Guntur. Rombongan pengunjuk rasa terlihat memanjang ratusan meter. Kendati tak sampai memacetkan arus lalu lintas, banyaknya jumlah pengunjuk rasa membuat sejumlah kendaraan berjalan merayap beberapa saat.
Sepanjang aksi, teriakan dukungan terhadap rakyat Palestina, khususnya Gaza, dan kecaman serta kutukan terhadap Israel terus membahana. Para pengunjuk rasa terdiri atas para pelajar putra dan putri itu juga menyerukan agar dilakukan aksi boikot terhadap berbagai produk impor asal negeri zionis Israel, atau bertalian dengan perusahaan dari Israel.
Di antara mereka juga terlihat membawa kotak peduli untuk mendapatkan sumbangan bagi rakyat Gaza. "Kita mengutuk keras tindakan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina, khususnya Gaza, yang sudah di luar prikemanusiaan. Karenanya mereka harus diusir dari tanah Palestina," tegas Koordinator Aksi, Iwan Ridwan.
Dia juga menyerukan agar umat Islam Indonesia, khususnya warga Garut, melakukan boikot terhadap berbagai produk barang berasal dari Israel. Hal itu sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Israel.
"Meskipun tidak berangkat ke sana, tapi mudah-mudahan doa kita diijabah Allah," ujarnya.[jul]


HTTP://WWW.KABAR-PRIANGAN.COM/NEWS/DETAIL/7164

Gelar Aksi Solidaritas Palestina
Jangan hanya
mem­beri bantuan
kemanusiaan saja. tetapi Indonesia
harus mampu melakukan tindakan strategis untuk
keselamatan umat islam yang ada di Palestina
Iwan Ridwan

GARUT KOTA, (KP).- Lebih dari seribu massa pelajar dan pemuda Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Garut menggelar aksi damai dan mengutuk kebiadaban Isral terhadap anak-anak dan warga Palestina, Kamis (29/11) siang. Massa pemuda Persis yang berunjuk rasa terdiri atas pelajar dan pemuda di wilayah Garut Kota, Taro­gong Kidul, Tarogong Kaler dan sekitarnya berjalan ka­ki dari mulai Jalan Guntur Melati (Kherkop) sambil mengacung-acungkan ber­bagai poster yang ber­tu­liskan berbagai kecaman terhadap Israel.
 “Kutuk Israel, “Israel Biadab”, “Usir Israel Dari Muka Bumi Ini.” teriak mereka.
Massa mulai berkasi sekitar pukul 09.00 dan berakhir 12.00 dijaga ketat puluhan anggota kepo­li­sian. 
Massa mulai ber­kum­pul di Jalan Guntur Melati lalu bergerak melewati Jalan Perintis Ke­mer­de­kaan-Pramuka-A.Yani-Ciwalen- Guntur dan kembali ke lokasi semula.
Dalam orasinya Iwan Ridwan menyebutkan me­re­ka berkumpul bukan un­tuk menjilat para pejabat, bukan pula untuk membela birokrat yang jahat dan maksiat, dan bukan pula untuk menghakimi para pejabat yang dzolim. Tetapi menjadi saksi atas kebiadaban Israel Lak­na­tulloh terhadap Palestina. “Yahudi adalah penjahat terbesar di dunia, karenanya Persis tidak akan pernah seperti mereka.” tandasnya. 
Gerakan dan tindakan Persis, menurut dia, adalah gerakan moral, dan siapapun yang melanggar mo­ralitas kemanusiaan. Maka akan berhadapan dengan kita sebagai bagian dari umat islam. Oleh karena itu, lanjut dia, Persis menuntut kepada siapapun, Liga Arab, OKI, bahkan pemerintah Indonesia untuk bersepakat bahwa Israel adalah musuh bersama dan musuh kemanusiaan. 
“Kami berharap kepada Presiden SBY bertindaklah segera. Jangan hanya mem­beri bantuan kemanusiaan saja. tetapi Indonesia harus mampu melakukan tindakan strategis untuk keselamatan umat islam yang ada di Palestina,” katanya.
Iwan berharap, kepada pejabat, birokrat, dan seluruh Rakyat Garut dimohon untuk peduli kepada mereka, rakyat Palestina. Mes­kipun tidak bisa berangkat ke Palestina.
Namun, ia mengajak untuk berdoa dan menyisihkan harta untuk membantu warga Palestina. Usai berorasi dan berjalan kaki, massa ahirnya membubarkan diri.